Yang tidak berhasil itu, menurut dia, mereka yang tidak mau menanam kakao atau mereka menanam kakao tapi tidak merawat dengan baik.

"Selama masyarakat menanam dan merawat pasti berhasil," tukasnya.
Meski demikian, Pemda Kolut melalui Dinas Perkebunan dan Perternakan harus tetap melakukan pendataan dan pengawasan ketat terhadap petani yang telah menerima bantuan bibit revitalisasi kakao, agar mereka betul-betul menanam tidak hanya menumpuknya di samping atau belakang rumah.
"Kemarin waktu reses di Desa Tinuna, Kecamatan Porehu, saya sempat dapatkan bibit yang belum tertanam, saya tegur langsung petaninya. Setelah itu, saya sampaikan ke instansi terkait untuk mengecek langsung karena bibitnya sudah banyak yang mati," ucapnya.
