Kemudian kata Lukman, Idul Adha bukan saja menghendaki agar manusia beribadah  saja, akan tetapi juga dapat dilakukan dengan caraber kurban untuk dikonsumsi kaum dhuafa, tidak sebatas silaturahmi dan memaafkan orang, melainkan panggilan kebersamaan dan persatuan untuk mengokohkan ketuhanan yang dikenal dalam Alquran dengan istilah Millata Ibrahim.

Demikian pula dengan Shalat Idul Adha dapat dipahami pesan filosofis yang terdapat di dalamnya.

Shalat Idul Adha memiliki 7 kali takbirpada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua, sehingga jumlah keseluruhannya adalah 12 kali takbir.

Angka 12 ini menunjukan jumlah bulan di dalam setahun yang bermakna bahwa kita sebagai Muslim harus senantiasa bertakbir kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain secara terus menerus,tanpa mengenal ruang dan waktu.

Kemudian, pelaksanaan Shalat Idul Adha memiliki keterkaitan erat dengan ritual ibadah haji yang dilakukan oleh kaum muslimin. Ibadah Haji memiliki pesan-pesan moral yang menarik untuk dipahami.