Sementara keterangan korban Titi mengaku mengalami kerugian sekira Rp 40 juta. Dagangannya berupa sembako, barang campuran dan kiosnya ludes terbakar.
"Kebakaran terjadi setengah 6 diduga korsleting listrik, sehingga percikan api itu cepat merembet di atas atap kios," ujarnya.
Korban lainnya, Jusmadin mengaku tidak bisa menyelamatkan barang-barang dan perabotan yang ada dalam bengkel karena sumburan api sangat cepat menjalar.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian sekitar Rp 100 juta, karena usaha bengkel jadi seluruh barang dan surat-surat terbakar," tuturnya dengan nada sedih.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Sarung Tangan
