Mengapa harus jurnalis atau PWI Lampung? Berikut alasan sederhana yang berkembang di benakku:
Pertama, Adrian adalah pelukis. Mungkin, lebih tepatnya lagi, dia “seniman tulen”. Bisnis baginya penting, tapi untuk menggelutinya “itu soal nanti saja”.
Karena, baginya yang utama adalah bagaimana berkesenian; Kedua, sepulang tinggal beberapa waktu lamanya di tanah Jawa, tepatnya kota gudeg Yogyakarta, Adrian kembali ke Lampung. Di sini ia mengangkat khasanah budaya Lampung dan mengembangkannya ke dalam lukisan batik, yang kemudian dikenal sebagai Batik Lampung.
Patut diingat, saat itu batik sangat akrab dengan Jawa sebagai tradisi dan budaya; Ketiga, dia yang menggegerkan dunia Lukis Indonesia waktu itu lewat atraksi melukis langsung di tubuh pragawati terkemuka, Eni Soekamto. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) “Saburai”, Enggal, Kodia Tanjungkarang-Telukbetung (kini Kota Bandar Lampung).
Keempat, mencipta motif batik Lampung untuk (seragam) baju safari batik dan kemeja lengan Panjang Kontingen Lampung untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 1981 di Jakarta; Kelima, mencipta motif batik Lampung untuk kemeja batik panitia Diskusi Olahraga Nasional (DON) di Telukbetung, 1982. Diskusi ini diadakan di Gedung Pusiban Pemprov Lampung, di Telukbetung. Menkokesra, Jenderal Soerono yang membuka DON.
