Seingat saya hanya bertemu muka dengan anak-anak hanya 3 kali dan berbicara via telepon pun hanya 5 kali dalam kurun hampir 3 tahun ini.

Hari-hari yang saya lalui dengan tangisan, penderitaan dan kerinduan yang sangat dalam kepada putri-putriku, tapi semua saya sabar karena mengingat harus mencari uang agar bisa membawa ke 4 putriku.

Baca Juga: KM Tenggelam di Pulau Ende, 1 Penumpang Meninggal

Tapi apa yang terjadi....

Pada suatu waktu saya mendapat berita via telepon dari mantan suami yang selama ini blokir telepon saya, dia memberitakan bahwa putri saya yang pertama telah tiada (emoji menangis)