Ditambah, ia juga berada di lngkungan sekolah yang mayoritas muslim, sehingga dirinya sering mendengar teman-temannya  melafalkan surah dalam Al-Qur'an, salah satunya surat Al-Fatihah.

Karena sering mendengar, lama kelamaan bacaan teman-temannya tersebut terngiang di kepalanya sehingga ia pun mengaku mulai menyukainya.

“Saya akhirnya memantapkan diri memeluk Islam, ketika Mama meninggal. Kemudian saya dibawa oleh Bibi untuk tinggal bersamanya di Kendari. Ketika tinggal bersama Bibi, saya dimualafkan oleh Bibi, jadilah saya memeluk agama Islam,” ucap Juliet.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, ketika menyampaikan keinginan untuk memeluk agama Islam kepada keluarga,ia pun mendapatkan penentangan dari Ayahnya. Namun, pada akhirnya Ayahnya mengiklaskan putrinya memeluk Islam.

Sebenarnya, ia mengaku, keinginan memeluk Islam sudah ada dari dulu, tapi ia selalu takut bila hal tersebut mendapat pertentangan dari orang tuanya. Namun, perlahan-lahan perasaan takut itu hilang dari dirinya.