Tim Telisik.id pun berkesempatan menghampirinya, lalu mengajak mengobrol dengannya. Pada kesempatan itu, wanita asli Jawa Timur ini menuturkan kisahnya.

"Semenjak kepergian bapaknya, saya sudah mulai menjual siomay. Alhamdulillah, bisa untuk makan sehari-hari. Perhari itu lakunya Rp 300 ribu tapi terkadang tidak kembali modalnya," tuturnya, sesekali meniriskan siomay serta melayani para pembelinya.

Baca juga: Tinggal Digubuk, Keluarga Pemulung Ini Impikan Punya Rumah Sendiri

Dari pukul 07:30 pagi, ia mengaku mulai menjual siomay hingga menjelang siang hari di tempat biasa menjajakan daganganya tersebut.

"Kalau malam saya tidak menjual, karena perempuan tidak sama dengan tenaganya laki-laki nak, kita ini kasian setengah mati harus kerja terus, kecuali ada bapaknya dulu yang sering bantu," lanjutnya.