KENDARI, TELISIK.ID - Kapten Pierre Tendean merupakan salah satu pahlawan yang gugur dalam peristiwa berdarah 30 September 1963. Tragedi ini diperingati setiap tahunnya, kisah hidupnya pun banyak bermunculan, termasuk tentang ia yang merupakan seorang mualaf.
Dilansir dari Okezone.com, Pierre Tendean diketahui berpindah agama mengikuti sang kekasih, Rukmini Chaimin yang beragama Islam.
Dilansir dari beragam sumber, Pierre Tendean mengenal Rukmini atau akrab disapa Mimin setelah dikenalkan oleh kedua temannya, yakni Satrijo Wibowo dan Setijono Hadi. Rukmini rupanya mampu menarik perhatian Pierre, sehingga setelah perkenalan itu Pierre sering mengunjungi rumah keluarga Chaimin yang berada tak jauh dari asramanya agar dapat mengenal Rukmini lebih dalam lagi.
Sosok Pierre ternyata membuat Rukmini juga terpikat. Tetapi ia meragukan kelanjutan hubungannya dengan Pierre sebab mereka memiliki keyakinan yang berbeda. Meskipun demikian, hubungan mereka tetap berjalan.
Setelahnya pada pertengahan tahun 1963, Pierre harus meninggalkan Medan dan bertolak ke Bogor untuk melanjutkan pendidikannya di intelijen. Ia kemudian ditarik ke Jakarta untuk menjadi ajudan dari Jenderal AH Nasution. Mau tak mau, ia dan Rukmini harus menjalani hubungan jarak jauh.
