Terhambatnya kelangsungan proses kongres ini, dikarenakan registrasi yang dilakukan secara manual sehingga memakan waktu lebih lama, ditambah lagi banyaknya antrian dari beberapa DPW dari Provinsi lain.

"Yang harus dicek secara manual seperti data fisik peserta, kelengkapan administrasi dan sebagainya," terangnya.

Sementara laptop yang dirampas berisi data base peserta sehingga tidak bisa digantikan dengan laptop yang baru. Selain itu, insiden ini tidak diperkirakan dapat terjadi sehingga tidak ada persiapan antispasi dilakukan.

"Kami sudah lima kali berkongres dan hak seperti ini belum pernah terjadi," pungkasnya.

Darlis mengajak kepada kader PAN, untuk tidak mencederai pelaksanaan event tertinggi dari partai PAN.