Oleh: Alamsyah

Dosen Ilmu Komunikasi Politik dan Media Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, dan pengurus ICMI Orwil Banten

KONTESTASI politik dalam ruang demokrasi terbuka membentuk proses konstruksi praksis. Perhelatan pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak yang baru-baru ini digelar di Indonesia pada 2020 bisa jadi ajang kandidat dalam mengejawantahkan bangunan praksis politik.

Meminjam konsep kritis seorang filsuf dari Prancis, Pierre Bourdieu, ada tiga poin vital pada tataran praksis, yaitu habitus, modal, dan arena. Dan perubahan sosial bisa dilakukan, jika orang memiliki habitus, kapital, dan mampu menempatkan kedua hal tersebut dalam konteks yang tepat di suatu arena.

Habitus adalah nilai-nilai sosial yang dihayati oleh manusia, tercipta melalui proses sosialisasi nilai-nilai yang berlangsung lama, sehingga mengendap menjadi cara berpikir dan pola perilaku yang menetap di dalam diri manusia itu.