Pak Jaharu sedikit banyak tahu tentang asal muasal kopi Kahianga. Kata beliau, bibit kopi Kahianga berasal dari Maluku. Benih kopi tersebut tiba bersama para perantau yang pulang dari Maluku. Jauh sebelum kemerdekaan RI.
Setelahnya, di tiap rumah warga, tumbuh tiga atau bahkan lebih pohon kopi. Ribuan pohon kopi hidup di Desa Kahianga kala itu. Berdampingan dengan kehidupan para petani. Menjelma sebagai tanaman pagar di hampir setiap rumah warga.
Jika dulu pohon kopi Kahianga mencapai angka ribuan, kini seiring waktu angka tersebut mulai berkurang hingga menjadi ratusan.
"Peluang pasar sulit," terang pak Jaharu. Ada sekitar 500 pohon kopi yang tersisa kini. Warga yang kerap menanamnya kemudian beralih ke tanaman lain. Yang lebih menjanjikan jika dipasarkan, sebagian yang lain lebih memilih beralih ke pekerjaan lain, atau merantau demi menghidupi keluarganya. (*)
