Ditengah penyerangan tentara Israel yang nyaris tak memberi kesempatan warga Palestina mengungsi, tak lantas menggugurkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT.
Seperti yang dialami oleh dr Ahmad Abu Musa adalah seorang dokter yang bertugas di jalur di Gaza. Sejak awal terjadi serangan Israel ke Jalur Gaza dia sehari-hari bertugas membantu para korban.
Tak hanya korban meninggal dan luka, termasuk juga korban yang selamat pun dia tolong dan tenangkan. Dan di antara korban-korban itu ada anggota keluarganya. Putra dan ayahnya gugur dalam satu waktu akibat serangan bom tentara Israel ke Jalur Gaza.
Ketika kehilangan 2 anggota keluarga yang sangat dia sayangi, dr Abu Musa tetap tegar dan profesional. Dia tetap berusaha tenang dan berulang kali mengucapkan lafaz hamdalah.
Melalui unggahan video dari Aljazeera Plus (AJ+), dokter tersebut hanya menghampiri jenazah keluarganya sebentar lalu ia mengusapkan wajahnya sembari pergi menjauh.
