"Kita melakukan efisiensi lewat konsolidasi pengadaan yang mencapai 42,72 persen. Artinya, ada sekitar Rp 225 miliar yang berhasil kita efisiensi dari rencana pengadaan ke depan,” kata Hendrar usai penandatanganan kontrak pengadaan logistik.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang efisiensi 42,72 persen, Hendrar mengatakan, diawali dari HPS yang disusun oleh KPU dan dievaluasi tim gabungan.

“Tim gabungan disebut memanggil calon-calon penyedia dan melakukan konsolidasi,” jelasnya tanpa bersedia menyebut siapa saja yang masuk di dalam tim gabungan.

Terkait ketidakhadiran perwakilan dari KPK dalam penandatanganan kontrak pengadaan logistik ini, baik Hasyim maupun Hendrar mengatakan sudah diundang tapi tidak hadir.

“Nanti untuk tahap kedua kita undang lagi,” kata Hendrar, mantan Wali Kota Semarang.