Selain mempersiapkan armada, KSOP Kelas II Kendari juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kelancaran pelayaran.
Cuaca buruk yang terjadi, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara, dapat berdampak pada operasional kapal.
“Cuaca ekstrem dapat berdampak pada pelayaran kapal. Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan memastikan keselamatan pelayaran,” jelas Raman.
KSOP Kelas II Kendari akan membuka posko laut mulai tanggal 18 Desember 2024 hingga 8 Februari 2025. Posko yang didirikan akan berfungsi untuk memantau dan mengawasi pelayaran serta memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang selama periode Nataru.
Baca Juga: SMAN 12 Kendari Butuh Pembenahan Fasilitas Olahraga dan Jalan
