"Kami minta Bapak Kapolri juga mengusut terkait kasus penggelapan pajak di UPT Samsat Samosir, karena kami mencium aroma dugaan tindak pidana korupsi di situ. Artinya, bisa melibatkan pihak-pihak lain yang berpotensi berperan dalam penggelapan pajak Rp 2,5 miliar itu," terangnya.
Pengakuan pengacara, keluarga Bripka AS mengaku tidak percaya jika Bripka AS tewas karena bunuh diri. Korban diduga sengaja dibunuh agar pihak-pihak yang terlibat dalam penggelapan pajak di UPT Samsat Pangururan tidak terungkap secara keseluruhan.
Sebab, sebelum tewas, Bripka AS sempat merencanakan untuk membongkar kasus itu. Bahkan, korban sudah bercerita dengan istrinya di saat itu juga.
"Jadi, Bripka AS tidak mau kena sendiri. Jadi, dugaan kami jangan-jangan Bripka AS ini sengaja dibunuh untuk memutus mata rantai sistem penggelapan pajak di Samsat Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Jangan-jangan memang ada pihak lain dalam kasus ini, sehingga korban diduga dibunuh," tegasnya.
Selain itu, Bripka AS juga telah dipanggil oleh Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman terkait dengan perkara itu, sebelum akhirnya ditemukan tewas.
