Kejanggalan lainnya juga dirasakan keluarga, saat barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian atau tempat korban ditemukan tidak bernyawa.

"Menurut istri Bripka AS, ada sejumlah barang yang diduga bukan milik suaminya. Barang tersebut, seperti helm dan sepatu. Jadi, waktu ditunjukkan barang bukti itu (helm) memang sama- sama putih luarannya, tapi yang punya almarhum itu dalamannya warna hitam, mereka (polisi) menunjukkannya itu warna merah. Itu kejanggalan pertama mengenai barang-barang," tuturnya.

Selain itu, sepatu yang digunakan juga sangat buruk. Sedangkan istri korban yakin bahwa sepatu korban itu tidak pernah dijahit.

"Istri korban mengaku mengenal betul barang-barang milik suaminya. Oleh karena itu, dia mengaku heran barang yang ditemukan itu tidak sama dengan milik suaminya. Jadi, itu harus didalami agar semuanya terbukti dan kasus ini bisa terungkap," terangnya.

Terpisah, Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Bripka Arfan Saragih memesan sianida melalui telepon milik pribadinya dan langsung diterimanya.