"Ini Minggu tenang. Dia (Arhawi) itu adalah bupati. Jadi jangan memanfaatkan momen dengan alasan kunjungan dinas," ucap Basri kepada Telisik.id, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Disdukcapil Diserbu Warga Muna

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, meski yang bersangkutan telah resmi kembali menjabat sebagai Bupati, namun seharusnya yang bersangkutan juga menghargai ketentuan KPU. Sebab dalam dirinya juga melekat sebagai calon.

"Hargai lah aturan yang telah ditetapkan KPU," bebernya.

Saat dikonfirmasi, camat Tomia Timur, La Ode Isra membenarkan kejadian itu. Hanya saja, dirinya mengaku tak mengetahui persis alasan masyarakat melakukan aksi pengusiran terhadap orang nomor satu di bumi sorga bawa laut itu.