MUNA BARAT, TELISIK.ID - Nelayan Pulau Katela resah. Pengoperasian alat tangkap perre-perre mengancam sumber pendapatan nelayan tradisional. Pasalnya, alat tangkap itu mampu mendeteksi keberadaan kerumunan ikan, karena dilengkapi dengan GPS dan daya lampu yang sangat tinggi.
Keluhan itu disampaikan oleh salah satu nelayan, Edi. Dia meminta agar dinas terkait serius menyelesaikan keluhan para nelayan di Pulau Katela, karena ini menyangkut kelangsungan hidup nelayan.
"Kami hanya mengandalkan hasil tangkap ikan, karena kalau berkebun tidak memiliki lahan," ujarnya.
Nelayan lainnya, Mustamin mengatakan, alat tangkap tersebut sangat berbahaya. Selain menurunkan penghasilan nelayan sekitar, juga mampu mengurangi ekosistem laut akibat penangkapan ikan yang berlebihan.
Pasalnya, alat tangkap tersebut mampu menghasilkan ikan mencapai ratusan kilogram bahkan mencapai kurang lebih satu ton.
