Menurutnya, kebudayaan bersama nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya mesti dipahami dan disikapi tidak hanya secara emosional, namun lebih pada soal bagaimana menjalankan peran intelektual dengan menarik benang merah revitalisasi untuk menghadapi tantangan perubahan zaman secara relevan.
Terlebih katanya, dalam rangka melawan industri budaya yang dipelopori imperialisme modern melalui kapitalismenya.
"Kian terkikisnya bahkan terancam hilangnya nilai-nilai kearifan lokal kita tidak bisa dipungkiri merupakan akibat dari dominasi budaya barat kapitalis dalam proses akulturasi budaya yang merupakan agenda besar imperialisme gaya baru lewat kapitalisme mutakhirnya," tukasnya.
Baca juga: Kampung Kuliner Kolut Sepi Pengunjung, Ini Alasannya
Senada dengan itu, Ketua Komunitas Masyarakat Adat Wonua Ndinudu, Ajemain Suruambo memaparkan, faktor-faktor eksternal dari kebudayaan itu yang sangat mempengaruhi perubahan perilaku dan cara berfikir generasi saat ini.
