Data geologi yang dikumpulkan dari wilayah Asia-Pasifik menunjukkan adanya lempeng tektonik kuno yang sangat berbeda dari yang pernah diketahui oleh para ilmuwan.
Penemuan ini membuka babak baru dalam pemahaman tentang sejarah geologi Kalimantan dan kawasan sekitarnya.
Proses penelitian ini melibatkan pengujian di laboratorium magnetik untuk menentukan asal usul batuan. Hasilnya menunjukkan bahwa batuan ini berasal dari wilayah utara yang sangat jauh.
Penemuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa Lempeng Pontus pernah ada dan mungkin masih berada di bawah permukaan bumi Kalimantan. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa lempeng ini berasal dari masa sebelum pecahnya superbenua Pangaea, dan luasnya sekitar seperempat dari ukuran Samudra Pasifik.
Penemuan ini semakin menarik perhatian dunia geologi karena memberikan wawasan baru mengenai pergerakan tektonik Bumi. Lempeng Pontus diyakini telah terkubur selama jutaan tahun di bawah lautan yang memisahkan Eurasia dan Australia.
