Kondisi ini terjadi pada masa ketika Bumi masih dalam proses evolusi geologis yang sangat aktif. Penemuan Lempeng Pontus membantu ilmuwan memahami lebih dalam tentang pergerakan lempeng tektonik yang terjadi sejak zaman dinosaurus hingga saat ini.
Baca Juga: Tiga Mahasiswa Farmasi UHO Kendari Sabet Juara 1 LKTI Nasional
Menurut Van de Lagemaat, studi ini tidak hanya mengungkap keberadaan lempeng Bumi yang hilang, tetapi juga memberikan informasi berharga tentang bagaimana benua-benua di sekitar Asia Tenggara mencapai posisi geografisnya saat ini.
Dari penelitian ini, diketahui bahwa Filipina, Kalimantan, dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara terbentuk melalui pergerakan lempeng tektonik yang sangat dinamis.
Selain itu, penemuan Lempeng Pontus juga berkontribusi signifikan dalam pemahaman tentang sejarah superbenua Pangaea. Sejak terpecahnya Pangaea, lempeng-lempeng tektonik terus bergerak dan membentuk daratan yang kita kenal sekarang.
