Abdul Rahim anak sulung dari 4 orang bersaudara kini, tinggal di kediaman keluarga dekatnya di Kota Baubau.
Dalam sehari-hari, dari hasil jualan gelas plastik mineral tidak menentu. Kadang Rp 15 ribu, Rp 20 ribu atau Rp 25 ribu.
Lebih lanjut, ia juga mengaku selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Tidak tau besok atau kapan, kemarin dan sekarang ini tidak ada. Hanya kadang dikasi orang di pinggir-pinggir," ujar Rahim sembari pergi dan melanjutkan aktivitasnya. (C)
Reporter: Harjum Ntry
