Patung yang penampilannya sangat seram biasanya diarak keliling desa atau kota oleh masyarakat atau desa adat yang didominasi oleh pemuda.

Proses pembuatan di setiap desa biasanya memakan waktu 3 bulan sebelum festival Pengerupukan.

Parade ogoh-ogoh dalam menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945. Foto: Sigit Purnomo/Telisik

 

Bahan-bahan yang disediakan adalah bambu untuk membuat rangka dan styrofoam untuk melapisi anyaman bambu agar menyerupai kulit atau badan, bahan lainnya adalah kain sebagai pakaian dari patung. Jika ogoh-ogoh memiliki ukuran lebih besar, bisa memakan waktu lebih lama lagi.

Pemangku Adat Desa Dwi Eka Dharma, Mangku Made Mardika mengatakan, kegiatan pawai ogoh-ogoh ini dilakukan untuk terus melestarikan budaya yang ada.