"Kami prihatin dengan kondisi fasilitas yang ada di sana, kita juga tidak bisa melakukan pengawasan selama 24 jam. Anggaran untuk pembenahan juga tidak ada," ujarnya.

Kita berharap, lanjutnya, setelah rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang letaknya berdekatan dengan area kampung kuliner difungsikan memberikan dampak positif untuk pengembangan tempat itu.

"Mungkin bisa potensi kalau rujab telah berfungsi. Paling tidak tamu yang hendak berkunjung ke rujab mampir dulu sebelum bertemu dengan bupati," bebernya.

Owner kopi janji setia, Setiawati yang pernah membuka warkop di kampung kuliner menuturkan, berdasarkan pengalamannya untuk usaha kuliner, kurang pas di tempat itu karena orang pasti lebih memilih makan di sekitaran Kota Lasusua.

Terlebih kalau menu yang disajikan sama dengan menu-menu makanan yang ada di rumah-rumah makan dalam kota. Tentu, masyarakat lebih memilih yang dekat.