"Cocoknya di kampung kuliner itu warkop yang menyajikan aneka minuman lainnya serta makanan ringan karena yang ke situ rata-rata cuman orang melintas dan mampir istrahat," kata dia.
Setiawati menganggap, lokasi tersebut bagus hanya saja waktu gedung tempat ia usaha, pintu kacanya pecah sementara pihak Dispar tidak memiliki anggaran untuk melakukan pembenahan, akhirnya dia memilih pindah.
Baca Juga: Angka Penderita HIV AIDS di Kolaka Utara Meningkat Signifikan
"Di sana tidak aman karena banyak juga pencuri kalau fasilitas tidak mendukung tentu berisiko untuk kita," pungkasnya.
Lebih lanjut, Setiawati menyatakan, jika mayoritas yang belanja di tempatnya adalah para sopir ekspedisi, pengangkut sembako, dan sopir yang hendak menuju Kota Kendari.
