MYANMAR, TELISIK.ID - Perempuan muda  itu mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan "Everything will be OK", berada di barisan demonstran menentang kudeta yang dilakukan militer Myanmar.

Ma Kyal Sin atau Deng Jia Xi atau dikenal juga sebagai Angel, dilansir dari cnbcindonesia.com, merupakan salah satu dari ratusan pengunjuk rasa pada 3 Maret 2021. Unjuk rasa itu dilakukan di Jalan Mandalay.

Bersama 18 pengunjuk rasa lainnya, Kyal Sin, atlet taekwondo ini, akhirnya tewas. Peluru menyasar tepat di kepalanya.

Usianya belum juga genap dua puluh tahun. Kyal Shin mati setelah pokok pikiran yang menolak kudeta junta militer Myanmar.

Sehari setelah ia dimakamkan, tepatnya 5 Maret 2021, peristirahatan terakhirnya dibongkar oleh pemerintah. Terlepas dari pro kontra pembongkaran pusaranya, laporan pemeriksaan forensik yang dilakukan pemerintah, Angel tewas karena proyektil yang melubangi kepalanya berukuran 1,2 cm kali 0,7 cm.