BAUBAU, TELISIK.ID - Malona Khadiri atau malam Lailatul Qadar merupakan malam yang istimewa. Malam yang dinantikan oleh banyak umat muslim di dunia.

Malam Lailatul Qadar juga dimaknakan sebagai malam 1000 bulan atau malam turunnya wahyu Allah SWT, yang apabila seseorang mengamalkan kebaikan pada malam itu maka pahalanya akan dilipatgandakan.

Malam Lailatul Qadar pada umumnya berada pada malam gasal sesudah puasa yang ke-20 hingga puasa ke-30.

Namun, ada yang unik dari peringatan momentum Lailatul Qadar di Buton. Masyarakat Buton mengingat momentum Khadiri pada malam ke-27. Diibaratkan perahu berlayar hanya membutuhkan satu kemudi. Sehingga orang tua di Buton kala itu menetapkan malam Lailatul Qadar pada malam ke 27 Ramadan.

Peringatan tersebut ditandai dengan haroa dimana perangkat masjid membaca doa di masjid. Nampak pula  pada malam ke-27 di Masjid Quba Kelurahan Baadia Kota Baubau, Selasa malam (19/05/2020), dalam talang-talang haroa terdapat beragam makanan khas tradisional, mulai dari Bolu, Baroasa, Cucuru, Waje, Hohole, onde-onde dan masih banyak lagi.