Baca juga: Mengenal Sosok Mardigu Wowiek, Si Bossman Sontoloyo
Kegiatan itu rutin dilaksanakan sejak abad ke-16, sejak syiar Islam masuk ke Buton dan tatanan kerajaan berubah menjadi Kesultanan Buton. Sejak saat itulah turun-temurun kegiatan spiritual yang menjadi peninggalan orang tua di Buton tetap tumbuh dan menjadi kenangan untuk leluhur.
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu kegiatan spritual yang selalu diperingati setiap bulan Ramadan di Buton.
Menurut, Imam Masjid Quba Baadia La Ode Fahrul Razi S.Pd.,M.Pd, kegiatan spritual malam Lailatul Qadar merupakan suatu kesatuan dari malam pertama Ramadan sampai dengan malam lebaran tiba.
Momentum tersebut dimulai dari malam pertama sahur atau Baana Bangu dalam sebutan orang Buton, bahwa malam ke satu hingga ke sepuluh adalah malam pemberian rahmat.
