Terkait dengan hal tersebut, operator situs Bawaslu Kota Kendari sekaligus Humas Bawaslu Kota Kendari, Muhammad Ahlan mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena efek "Mirroring".
Mengutip dari CNNIndonesia.com, mirroring sendiri dalam istilah website merupakan sebuah teknik menyalin keseluruhan situs tertentu ke dalam bentuk luring (offline) semisal hard disk atau alamat situs yang berbeda.
"Ini efek mirorring, kalau Bawaslu Kendari sampai sekarang belum ditemukan hal seperti ini," ujar Ahlan.
Ahlan juga mengatakan bahwa situs yang terkena dampak tersebut dikarenakan sistem situs yang jarang di-update.
"Kalau proteksi ini kan yang penting soal terupdatenye sistem saja," lanjutnya.
