JAKARTA, TELISIK.ID - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan kesediaannya menjadi penengah atas konflik yang terjadi antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Langkah ini diambil mengingat kedua organisasi memiliki peran penting dalam sejarah dan perkembangan politik serta keagamaan di Indonesia. Dengan pengalaman panjangnya di kedua organisasi, Ma'ruf Amin dianggap memiliki otoritas dan kepercayaan untuk menyelesaikan perselisihan yang ada.
Hal ini diutarakan Wapres dalam keterangan persnya usai meninjau MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo Kasongan, Kajen, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pernyataannya, Ma’ruf Amin menyatakan bahwa dirinya siap untuk menjadi mediator yang tulus dan ikhlas dalam mendamaikan kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan konflik ini secara damai sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
“Kalau keinginan mereka itu untuk saya dimintai sebagai orang yang bagaimana meng-islahkan, mendamaikan dengan tulus dengan ikhlas, saya sangat bersedia,” kata Wapres dalam siaran pers di Jakarta, seperti dilansir dari antaranews.com, Kamis (8/8/2024).
