YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Masjid Pathok Negoro Dongkelan Kauman atau sering juga disebut Masjid Nurul Huda, merupakan salah satu Masjid Pathok Negoro Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sekaligus berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk menangkal serangan musuh.

Masjid Pathok Negoro ini merupakan salah satu bagian dari Kasultanan Yogyakarta yang patut diapresiasi. Dalam istilah Jawa, pathok adalah kayu atau bambu yang ditancapkan sebagai penanda. Adapun negari, negara atau negoro adalah wilayah kerajaan. Jadi, Masjid Pathok Negoro merupakan sebuah tanda batas kekuasaan raja.

Masjid Pathok Negoro Dongkelan, Bantul, DIY, didirikan pada tahun 1775. Waktu itu bersamaan dengan dibangunnya serambi Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Pendirian masjid ini merupakan penghormatan bagi Kyai Sayihabuddin atau Syeh Abuddin atas jasa-jasanya terhadap Sultan Hamengkubuwono I ketika berkonflik dengan Raden Mas Said atau Sri Mangkunegara yang berjuluk Pangeran Sambernyawa.

Pada saat Sultan Hamengkububowono I menduduki tahta kerajaan beliau merasa terganggu dengan naik tahtanya Pangeran Sambernyawa dengan gelar KGPAA Mangkunegara I yang merupakan menantunya sendiri.