Usai shalat Jumat mereka melanjutkan orasi. Aksi ini mendesak pemakzulan Jokowi, menolak kecurangan Pemilu 2024, mengganti komisioner KPU, menggulirkan hak angket DPR, hingga menuntut pemerintah menurunkan harga beras.

“(Aksi ini) Tujuan utamanya adalah agar DPR (melalui hak angket) mempercepat pemakzulan Presiden Joko Widodo, karena sudah banyak rakyat yang menangis akibat sulit makan, sulit mendapatkan akses kesehatan, dan lainnya,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Nasional Gemilang, Lukman.

Kelompok massa dari AREA yang mengklaim menurunkan relawan Anies menggunakan sembilan bus, mengaku bahwa demo ini adalah mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang merasa dicurangi terkait hasil Pemilu 2024.

“Kami tidak terima pemilu curang. Sangat curang! Semua orang yang tidak bilang curang hanya orang yang menutup mata,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AREA Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Amaludin di lokasi demo.

Menyikapi aksi pendemo tandingan, perwakilan masyarakat yang juga aktivis '98, Noviana, menuding sekelompok orang tersebut sengaja diturunkan oleh pihak tertentu.