Ia bersama rekannya lalu memotret korban menggunakan handphone dengan tujuan untuk memperlihatkan warga di sekitar pantai. Namun, tak ada satupun yang mengenali identitas korban. Ia pun lalu melaporkan pada salah satu anggota kepolisian.

"Saat kami tiba, sudah banyak masyarakat dan mayat sudah diangkat ke darat," ujarnya.

Saudara korban, Wa Nawia mengaku, bila adiknya meninggalkan rumah pada 20 September sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, korban menyampaikan padanya akan ke kebun untuk menebang pohon jambu. Ia pun menawarkan pada korban untuk dibelikan roti sebagai bekalnya. Namun, korban menolak.

"Adik saya tidak mau roti, kecuali rokok.  Saya pun memberinya uang Rp 10 ribu, kemudian dia meninggalkan rumah," terangnya.

Baca Juga: Kejari Muna Menggema di Pusdiklat Kejaksaan RI