"Wah saya tidak tahu," jawab Hasto.
Menanggapi hal itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla atau JK menilai hal yang wajar jika Megawati mencari sosok NU untuk menjadi cawapres Ganjar.
"Soal PDIP dengan NU, selalu ada indikasi antara presiden dan wapres berbeda. Supaya kalau bisnis pasarnya lebih luas," kata JK, dilansir dari Merdeka.com.
Baca Juga: Airlangga Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Begini Tanggapan Ketua Golkar Sulawesi Tenggara
"Dan pilihan seperti Pak Nasaruddin Umar itu juga, karena sebagai partai nasional tentu ingin wakilnya dari yang mempunyai ciri keagamaan. Selalu begitu. Dan mudah-mudahan itu juga tetap terjadi. Dan itu untuk menambah dan memperluas ya," tegasnya.
