Lalu siapa pula yang menyangka dari salam 3B ini mampu membahana hingga ke negeri haramain melalui para tamu Allah asal Sultra di dua Kota Suci Makkah dan Madinah, yang sukses menyelenggarakan ibadah haji dengan tertib, lancar, dan mabrur, alhamdulillah.

Lalu siapa pula yang menyangka, dari salam 3B ini pulalah lantunan dzikir dan doa bersama untuk mengetuk pintu-pintu langit tetap konsisten digelar setiap pekan dengan ribuan orang secara virtual. Meski raga terpisah oleh lautan dan gunung yang menjulang tak mematahkan spirit kebersamaan, persatuan dan kerukunan warga kementerian agama di Sulawesi Tenggara.

Inilah efek kupu-kupu dari salam 3B. Banyak orang atau bagi sebagian orang menggaggap salam ini tak lebih hanyalah sekedar simbol. Lorenz sangat berjasa dalam meletakkan teori tentang aksi kecil dapat memulai rangkaian peristiwa yang menyebabkan efek lebih besar dan tidak terduga.

Merawat Kerukunan untuk Indonesia Hebat

Jika saja kupu-kupu seekor makhluk lemah mampu memengaruhi perubahan cuaca, apalagi manusia. Insan kementerian Agama yang memiliki kemampuan sumber daya yang sangat besar, memiliki kapasitas dan kesempatan dalam menjaga dan merawat bangsa Indonesia agar tetap utuh.