KENDARI, TELISIK.ID - Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kota Kendari memanas dan pecah menjadi dua versi, Senin (5/9/2022).

Pada agenda pembahasan mekanisme pemilihan calon ketua MW KAHMI terlihat sedikit memanas sehingga untuk mengendalikan situasi, pimpinan sidang terpaksa menskorsing jalannya sidang.

Presidium Majelis Wilayah KAHMI periode 2017-2022, Abdul Kadir mengatakan, dalam pelaksanaan pemilihan sebagai rangkaian akhir muswil selesai Minggu 4 September 2022. Namun dalam perjalanannya, terjadi sebuah dinamika yang berujung pada deadlock.  

"Muswil KAHMI memanas hingga berakhir deadlock. Terjadi dua pendapat, ada peserta yang menginginkan sistem presidium dan presidensial," ujarnya.

Abdir Kadir menjelaskan, kubu Yusmin menginginkan sistem kepemimpinan tunggal atau presidensial, sementara kubu Ruksamin mengajukan sistem presidium seperti yang selama ini dianut KAHMI Sultra.