Untuk mendukung pertumbuhan UMKM, pemerintah telah menjalankan sejumlah program dukungan UMKM, di antaranya bantuan insentif dan pembiayaan melalui program PEN, Kredit Usaha Rakyat, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), digitalisasi pemasaran UMKM, Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja Melalui Pembiayaan KUR, dan termasuk pula strategi jangka panjang menaikkan kelas UMKM melalui UU Cipta Kerja.
Meskipun sejumlah program telah dijalankan pemerintah, namun terkadang program itu kurang terserap atau bahkan sulit diserap pelaku UMKM, karena terkadang produk atau jasa yang dikembangkan tidak memenuhi standar yang ditetapkan, apalagi terkadang usaha yang dijalankan sangat sederhana.
Baca Juga: Jangan Terapkan 'Restorative Justice' pada Pemerkosa
Untuk memaksimalkan daya serap UMKM memang dibutuhkan peningkatan atau biasa dikenal dengan scale up. Mungkin dasarnya produk para UKM sangat berpotensi karena disukai, namun karena skalanya masih kecil dan tidak bisa bersaing sehingga usahanya tidak bisa berkembang.
Ada upaya menarik yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari, di mana tahun 2021 Pemerintah Kota Kendari mulai melatih 100 pelaku UKM, dengan maksud mereka bisa meningkatkan kualitas produknya baik dari kualitas maupun penampakan. Kemudian pelaku UKM yang sudah mendapatkan sertifikat itu kemudian ditantang menjadi mentor dengan mendampingi sejumlah pelaku UKM di sekitarnya.
