Sugiono justru pindah kantor ke Menko PMK, ini menunjukkan Presiden tetap memberikan kepercayaan kepada Sugiono yang loyal dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra, dengan menukar peran kepada Pratikno orang kepercayaan Jokowi. Sekaligus ini mencerminkan, anggapan “membersihkan” orang kepercayaan Jokowi, tidak selalu benar, yang terjadi sinergi dengan langsung membersamai Presiden Prabowo seperti Listyo Sigit Prabowo sebagai Ketua KSP, dan Pratikno sebagai Ketua Wantimpres.
Reshuffle juga menunjukkan fokus pemerintah terhadap politik dan keamanan. Dudung Abdurachman dari Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) ditempatkan sebagai Menko Polkam, sedangkan Listyo Sigit bergeser dari Kapolri menjadi Kepala KSP mengganti Dudung. Posisi Kapolri kemudian diisi Suyudi Ario Seto dengan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), sementara Dedi Prasetyo setelah tidak menjabat wakapolri menempati posisi baru sebagai kepala badan baru yakni Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Ini bukan sekadar pergantian pucuk kepolisian, tetapi sekaligus penataan hubungan antara institusi keamanan dengan pusat kekuasaan dan koordinasi kebijakan Presiden. Listyo dengan pengalaman memimpin Polri kini ditempatkan di lingkungan Istana, sementara struktur baru Polri memperoleh kepemimpinan baru.
Kemudian masuknya Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) juga mempunyai dimensi politik penguatan di pemerintahan. Sarmuji merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar dan kini memperoleh posisi strategis yang berkaitan langsung dengan industrialisasi. Penempatannya menunjukkan Presiden Prabowo tetap memelihara keseimbangan antara kebutuhan profesional pemerintahan dengan konfigurasi politik pendukung pemerintah.
Bahkan, sikap dan pernyataan dukungan penuh Partai Golar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan mendukung Presiden Prabowo hingga nanti maju di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2029, diberikan apresiasi dengan menempatkan Sarmuji sebagai Menperin, lalu Drajad Hari Wibowo dan Hatta Rajasa yang diasosiasikan dengan PAN sebagai Wakil Menteri Koordinator Perekonomian (Wamenko Perekonomian) dan Anggota Wantimpres.
