Lebih sakit lagi, kata dia, pihak sekolah mengklaim bila anak didiknya itu yang tidak lain adalah korban mengidap penyakit keterbelakangan mental. Sementara dokter yang merawat korban menyatakan, anak tersebut normal.

"Tidak hanya di sekolah, bahkan dalam giat desa, kepala desa setempat mengumumkan kepada warga bila tak pernah ada kejadian pencabulan itu," tuturnya.

Kasus ini sudah dilaporkan sejak tiga pekan lalu. Namun hingga kini belum ada kepastian hukum terhadap laporan tersebut. Terduga pelaku yang diketahui merupakan guru sekaligus wali kelas korban masih bebas berkeliaran.

Di waktu berjalan ini, korban yang masih berusia 8 tahun itu sudah dua kali ganti rumah sakit. Awalnya, korban dirawat di Rumah Sakit Faga Husada. Karena mengalami infeksi pada kemaluan, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau.

"Dua hari lalu kami sempat tanyakan kembali pengembangan kasus ini di polsek. Kami bertemu langsung dengan penyidik dan kapolsek. Katanya, kasus ini masih dalam proses penyelidikan," katanya.