Di lokasi, tim menemukan seekor harimau Sumatera yang terjerat dengan kondisi kaki terlilit tali sling dan dalam keadaan lemas. Rencana evakuasi akan dilakukan dengan cara ditembak bius. Pada pukul 23.30 WIB, drh Anhar pun tiba di lokasi yang kemudian melakukan diskusi dengan melibatkan Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Camat Angkola Sangkunur, Kapolsek Batangtoru, Koramil Siais, YOSL-OIC, Yayasan Scorpion, aparat desa serta masyarakat desa dan disepakati untuk evakuasi akan dilakukan Minggu atau keesokan harinya.
Selanjutnya, dokter hewan ini melakukan persiapan serta pengecekan senjata bius. Pukul 06.40 WIB, mereka tiba di lokasi harimau terjerat, kemudian drh Anhar melakukan pembiusan dengan cara menembaknya.
“Tembakan bius itu mengenai badan/tubuh harimau tersebut, namun tanpa diduga harimau tiba-tiba menyerang drh Anhar yang mengakibatkan luka di bagian lengan sebelah kiri. Usai menyerang, harimau kemudian lari menjauh. Melihat kondisi drh Anhar, tim langsung melakukan penanganan dan pertolongan serta segera mengevakuasi ke rumah sakit Padangsidimpuan untuk mendapatkan perawatan," katanya.
Untuk penanganan berikutnya, BBKSDA Sumut akan melakukan pemasangan perangkap di sekitar lokasi kejadian dan melakukan patroli rutin, serta pendampingan terhadap masyarakat sampai situasi kembali kondusif.
"Kami akan selalu berkomunikasi dengan masyarakat. Jika ada yang melihat harimau itu kembali, segera berikan informasi itu dan akan ditindaklanjuti. Kondisi dokter itu sudah mulai membaik," ungkapnya.
