Ketiga, jika dilakukan dengan bangga atau minta dipuji, seperti seseorang yang mengatakan, "Lihat, bagaimana hebatnya saya mempermalukan orang itu di depan umum?" Atau, seperti ucapan seorang pedagang, "Lihat, bagaimana saya bisa menipu pembeli itu?"
Keempat, jika seseorang melakukan dosa tanpa diketahui orang lain lalu, ia menceritakannya dengan bangga kepada orang lain.
Baca Juga: Ini Cara untuk Menjadi Sahabat Allah
Rasulullah SAW bersabda, "Setiap umatku selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan berlaku dosa. Dan di antara perbuatan terang-terangan melakukan dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi hari ia merobek tirai penutup itu sambil berkata, "Hai Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu." (HR. Bukhari-Muslim).
Kelima, jika yang melakukannya seorang alim yang menjadi panutan. Karena apa yang ia lakukan dicontoh oleh orang lain. Ketika ia melakukan dosa, maka ia juga mendapatkan dosa orang yang mencontohnya.
