Baca Juga: Keluarga Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Diperiksa
Selain itu cowriter buku “Perempuan dalam Terorisme” Khoirul Anam mengatakan temuan di lapangan, ketika mewawancarai istri dari para pimpinan terorisme ini, adalah bahwa para perempuan ini mengalami ketidaksetaraan dalam rumah tangga antara suami dan istri.
Temuan kedua adalah kuatnya ajaran bahwa istri punya tanggung jawab untuk mendengar dan mematuhi apa pun kata suami. Sementara temuan ketiga adalah para perempuan tersebut tidak sadar bahwa ketika sudah mengikuti paham radikalisme, mereka tidak lagi mau menyapa para tetangganya yang tidak memakai jilbab, dan sebagainya.
Bagi para perempuan ini, hal itu biasa saja. Mereka bahkan menilai tidakan suaminya melakukan teror tidak salah dah hanya menjalani ajaran agama.
Hal yang tak jauh beda juga pernah dikatakan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar yang mengungkapkan, perempuan banyak dilibatkan dalam tindakan terorisme karena sangat diandalkan dalam loyalitas, kesetiaan dan kepatuhan.
