Dilansir Cnnindonesia, perwakilan Jaringan Haqqani sejauh ini telah menduduki beberapa jabatan penting dalam Taliban dan diperkirakan menjadi salah satu pemain kuat di era kepemimpinan baru Taliban di Afghanistan

Kelompok ini dibentuk oleh Maulawi Jalaluddin Haqqani, seorang milisi pemberontak yang pernah menjadi aset Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) saat perang Uni Soviet-Afghanistan berlangsung.

Nama Jalaluddin Haqqani mulai dikenal medio 1980 sebagai pemberontak anti-Soviet. Saat itu, ia aset berharga AS dan sekutu untuk menyalurkan senjata dan uang kepada pasukan Mujahidin demi melawan Uni Soviet.

Namun setelah Soviet angkat kaki dari Afghanistan, Jalaluddin Haqqani mulai membina hubungan dekat dengan para militan asing, termasuk Osama bin Laden yang merupakan pemimpin Al-Qaidah.

Jalaludin kemudian bersekutu dengan Taliban yang mulai mengambil alih kepemimpinan di Afghanistan pada 1996.