Selain itu, keunikan lain yang dimiliki yakni buah asam yang selalu berbuah, tak mengenal musim, sehingga nantinya pihak pariwisata akan mengupayakan bagaimana untuk penyuguhan tanda selamat datang bagi para pengunjung.
"Mungkin nanti kita arahkan ke masyarakat untuk membuat jus dari buah asam yang dicampur gula merah, supaya unik untuk minuman suguhan bagi pengunjung," ucapnya.
Masyarakat di desa ini juga masih tahu akan sejarah suku Bajo dalam bentuk 'Iko-Iko' dengan bercerita dengan menggunakan syair. Kemudian ada penjemputan tamu dengan adanya silat, serta masih adanya pengobatan secara tradisional oleh masyarakat suku Bajo, juga masih adanya keyakinan dari masyarakat luar bahwa leluhur mereka berada di pulau tersebut.
Baca Juga: Ali Mazi Tunjuk Baubau Tuan Rumah HUT Sultra ke-58
"Dengan adanya ini dapat menarik pengunjung untuk berkunjung, yang penasaran akan sang leluhurnya," tuturnya.
