BAUBAU, TELISIK.ID - Meskipun zaman telah berubah dan teknologi semakin canggih, penggunaan tapua sebagai alat tenun konvensional, masih menjadi pilihan masyarakat Buton. Tidak hanya sebagai alat tenun, tapua juga merupakan simbol kekayaan budaya dan warisan leluhur yang dijaga dengan penuh kebanggaan dan masih tetap lestari sampai sekarang.

Tapua yang terbuat dari kayu dengan rancangan yang khas, digunakan sebagai pintalan benang-benang yang telah diatur sedemikian rupa kemudian ditenun dengan menggunakan beberapa alat pendukung.

"Selain tapua, ada beberapa alat lainnya yaitu dopi, sulempanata, kantaburi, liwuo, pando-pando, balida, kakuti, jangka tubo, talikundo, tudakana balida, dan kusoli," beber Wa Poo, salah seorang penenun sarung khas Buton.

Pada dasarnya, kata dia, alat-alat tersebut terbuat dari kayu dan bambu dengan fungsi yang berbeda-beda dan merupakan satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan.

Proses Menenun Kain Buton dengan Menggunakan Tapua Sebagai Alat Tenun Konvensional. Foto: Sofi Insan Wardani