KENDARI, TELISIK.ID - Kala matahari sejajar di atas kepala, peluh membasahi pakaian lusuhnya, Asna menepi di pinggir jalan sejenak melepas penat. Ibu beranak empat itu saban hari menghabiskan separuh waktunya berjalan berkilo-kilo mencari barang bekas botol air mineral plastik, kaleng, dan kardus untuk diuangkan.

Asna biasanya memulai semua kesibukan sedari matahari belum menyingsing. Tidak pernah ketinggalan membawa anak lelaki bontotnya masih balita, Asna bertubuh tinggi semampai dengan wajah sedikit lebar, melangkah menyusuri jalan Kota Kendari sambil menuntun gerobak tempat menampung barang bekas.

"Kalau sudah full gerobakku saya pulang. Tidak sampai malam karena ada anakku," ucapnya seraya melirik anaknya.

Kondisi cuaca hujan menjadikan Asna harus berulang menguras tenaga karena kardus bekas yang diambil dari tumpukan sampah, basah dan perlu dikeringkan terlebih dulu sebelum dijual.

Baca Juga: Pemulung dan Pengemis Keluhkan Beras Mahal dan Kurang Pendapatan dari Sedekah