Seiring beberapa tahun usai berpindah, mertuanya meninggal dunia serta rumah yang ditinggali jatuh diwarisi adik iparnya. Ukuran bangunan rumah terasa sesak bila menampung dua pasangan keluarga. Keadaan itu mendesaknya bersama suami mesti pindah hingga tinggal di rumah kos.

Sudah dua kali berganti tahun ia melakoni usaha mengumpulkan barang bekas, selepas menyudahi berdagang jagung rebus keliling. Ditengarai harga membeli jagung terbilang mahal ditambah lilitan hutang membuatnya kelabakan mengatur keuangan. Akhirnya, Asna memutuskan berhenti dan menjalani penghidupan sekarang.

"Kalau begini kan tidak pakai modal, cuma keliling saja," ucapnya sambil tersenyum.

Menurut Kepala bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Husni Mubaraq, pada dasarnya sikap Pemkot Kendari menerima keberadaan pekerja pengumpul barang bekas. Katanya, sasaran tindakan operasi penertiban dilakukan selama ini mengarah kepada orang-orang yang memanfaatkan pekerjaan mengumpulkan barang bekas untuk mencari keuntungan.

"Mereka hanya datang dengan modal gerobak, karung, parkir di pinggir jalan mengharapkan belas kasihan atau sumbangan orang-orang," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/5/2023).