Apalagi, kata Clymer, informasi yang diterima sering kali tidak memberikan latar belakang empiris maupun saintifik.
"Kurangnya kepercayaan yang dia tunjukkan memberikan masalah tersendiri, yang harus segera kami beri pencerahan," papar Clymer.
Dengan wabah COVID-19 yang masih melanda seluruh dunia, masyarakat berusaha membentengi diri dengan berbagai cara.
Dalam kasus lain di Bristol, Inggris, seorang pria harus dirawat secara intensif karena minum air secara berlebihan.
Si pria dilaporkan minum air hingga lima liter, karena yakin dia bakal kebal dari infeksi virus bernama resmi SARS-Cov-2 tersebut. (C)
