Sejak tahun lalu pula, Indonesia justru lebih sering membicarakan rencana pembelian pesawat tempur dari negara lain.

Baca Juga: Denda dan Balik Nama Kendaraan Diputihkan Tiga Bulan

Selain itu, bersamaan dengan pandemi COVID-19, tahun lalu Indonesia memanggil pulang semua insinyur PT Dirgantara Indonesia yang ditugaskan untuk ikut membangun K-FX/I-FX di fasilitas KAI di Sacheon.

"Sikap Indonesia belakangan ini membuat Korea Selatan ragu-ragu pada komitmen Indonesia melanjutkan proyek K-FX/I-FX . Apalagi, Indonesia lebih sering membicarakan rencana pembelian pesawat-pesawat tempur bekas dari beberapa negara," kata pengampu mata kuliah politik Asia Timur di UIN Jakarta ini.

Teguh menambahkan, dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan Presiden Moon di Seoul pada September 2018, kedua negara sepakat merenegosiasi term and condition yang lebih spesifik mengenai proyek ini. Terutama mengenai cost sharing, payment schedule, intellectual property rights, dan transfer of technology.