Juniarsita mengatakan, pihaknya sengaja memperbanyak buku yang sesuai dengan minat remaja, seperti novel dan komik, di samping buku pelajaran dan buku persiapan tes kemampuan akademik (TKA).
“Kami ingin menarik siswa, jadi lebih ke novel, TKA. Supaya mereka tidak merasa membaca itu terlalu serius,” ungkapnya.
Tidak hanya membaca, perpustakaan juga dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan pembelajaran.
Guru dapat membawa siswa untuk melakukan presentasi menggunakan smartboard, menonton film hingga membuat rangkuman dan memaparkan kembali isi materi yang mereka saksikan.
Juniarsita mencontohkan, guru Bahasa Inggris pernah menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan menonton film. Setelah itu, siswa diminta meresensi serta memaparkan kembali isi film.
